Social Icons

Pages

Jumat, 25 Oktober 2013

KONSUMTIF = BOSAN MELIHAT KEHIDUPAN


 
Oleh: Janu Arlinwibowo

Konsumtif merupakan suatu sikap konsumsi yang berlebihan oleh masyarakat. Dalam konteks ini, masyarakat konsumtif dapat dikatakan buta kebutuhan. Cara belanjanya cenderung arogan tanpa menghiraukan aspek kebutuhan. Kepuasan untuk menuruti keinginan menjadi faktor tunggal yang menahkodai sikap ini. Kepuasan sangat erat dengan gengsi, dimana masyarakat konsumtif cenderung mengharap pengkuan orang dengan gaya hidupnya. Bahkan satu konsumsi terkadang dapat mengklasifikasikan kelas ekonomi dari tiap masyarakat.

Kendaraan Bermotor: Potret Sikap Konsumtif
Dahulu, sikap konsumtif didominasi oleh masyarakat dengan kemampuan finasial kuat. Namun saat ini, sifat konsumtif telah menjangkit semua kalangan. Masyarakat dengan ekonomi menengah pun “malu dibilang tidak mampu”. Malu ketika bertamu hanya menggunakan sepeda adalah sikap sebagian besar masyarakat. Sehingga seolah-oleh sepeda motor sebagai suatu kebutuhan primer.
Fakta tersebut dicium oleh kalangan industri kendaraan bermotor dan kolega. Berdalih turut membantu masyarakat dalam proses kepemilikan sepeda motor maka dimunculkan sistem kredit. Animo masyarakat dengan sistem ini pun sangat luar biasa, kendaraan bermotor di Indonesia tumbuh dengan cepat. Pada tahun 1990 jumlah sepeda motor di Indonesia hanya 6.082.966 sedangkan pada tahun 2011 jumlah sepeda motor sudah mencapai 68.839.341. Total kendaraan bermotor di Indonesia mulai dari bus, truk dan sepeda motor adalah 85.601.351. Tidak mengherankan data tersebut, saat ini dengan uang Rp 500.000 masyarakat sudah dapat membawa pulang sepeda motor.
Sepeda motor saat ini sudah bukan menjadi barang mewah, banyak orang yang sudah dapat memiliki. Keinginan untuk mendapat pengakuan mendorong masyarakat untuk berusaha mendapatkan lebih. Melihat prospek pasar yang baik, industri mobil pun mulai melunakan proses pembelian mobil. Kredit mobil sudah menjadi pemandangan biasa saat ini. Bukan lagi mengacu kebutuhan tapi kerinduan terhadap pengakuan publiklah yang menjadi alasan sebagian masyarakat untuk memilikinya. Sedikit mengkritisi program mobil murah yang dicanangkan pemerintah. Bukankah keberadaan mobil tersebut dapat memfasilitasi jiwa konsumtif masyarakat?

Rusak Alam Ini Karena Sikap Kita
Berbahayakah sifat konsumtif? Berkaitan degan kasus di atas jelas sangat berbahaya. Jika kita merujuk pada aspek pemborosan maka masyarakat seharusnya bisa memanfaatkan uang untuk kegiatan produktif lain. Namun ketika diarakan pada pemanfaatan uang, kita akan terbentur dengan hak asasi. Masyarakat akan meronta ketika ditekan untuk tidak membeli apa yang diinginkan.
Oleh karena itu, menyorot bahasa dari sudut pandang lain adalah solusinya. Tahun 2011 jumlah sepeda motor sudah mencapai, dimisalkan setiap kendaraan bermotor memiliki jelajah 20 km per hari sehingga 85.601.351 kendaraan bermotor menghabiskan 0,5 liter tiap harinya. Maka dalam satu hari 42.800.675,5 liter, sehingga dalam 1 tahun 15,4 juta KL. Sunggu luar biasa pola konsumtif kita telah menyedot BBM, dengan arti lain konsumtif telah memiliki andil besar dalam mewujudkan krisis BBM.
Konsumsi BBM diperparah dengan kecenderungan masyarakat yang dalam radius dekat pun malas jalan kaki atau naik sepeda, mereka lebih memilih untuk menggunakan sepeda motor dengan alasan cepat dan hemat energi. Kalimat hemat energi disini nampak kontradiktif dimana sesungguhnya mereka telah menghambur-hamburkan energi untuk menggerakan kendaraan bermotornya.
Menilik masalah lain imbas dari sikap konsumtif masyarakat dengan BBM. Motor merupakan kendaraan yang menghasilkan emisi dari sisa pembakaran. Emisi inilah yang akan mencemari lingkungan. Namun sebagian masyarakat tidak menyadari betapa bahaya gas buang kendaraan bermotor. Ketidak tahuan membuat mereka nampak tidak bersalah ketika mengonsumsi BBM tanpa perhitungan.
Emisi gas buang kendaraan bermotor mengandung berbagai zat berbahaya yaitu COx, NOx, SOx dan Pb. Sulfur dioksida (SO2) dan partikulat dapat membengkaknya membran mukosa dan pembentukan mukosa dapat meningkatnya hambatan aliran udara pada saluran pernafasan. Kondisi ini akan menjadi lebih parah bagi kelompok yang peka, seperti penderita penyakit jantung atau paru. Pada konsentrasi yang sangat tinggi dapat menimbulkan kematian. Konsentrasi SO2 sampai 38 ppm pernah terjadi di Belgia mengakibatkan 60 orang tewas serta ratusan sapi dan ternak lainnya mati. 
Karbonmonoksida (CO) dapat terikat dengan haemoglobin darah lebih kuat dibandingkan dari oksigen membentuk karboksihaemoglobin (COHb), sehingga menyebabkan terhambatnya pasokan oksigen ke jaringan tubuh. Keracunan gas Karbon Monoksida dapat ditandai dari keadaan mula-mula, terasa pusing, sakit kepala dan mual, kondisi lebih berat berupa menurunnya kemampuan gerak tubuh, serangan jantung sampai kematian. 
LogamPb yang terkandung dalam bensin ini sangatlah berbahaya, sebab pembakaran bensin akan mengemisikan 0,09 gram timbal tiap 1 km. Di Indonesia ada 68.839.341 sepeda motor yang rata-rata bergerak 20 km akan mengemisikan 123,9 ton Pb/hari. Itu baru sepeda motor, belum ditambah emisi Pb dari kendaraan lain. Efek yang ditimbulkan tidak main-main. Salah satunya yaitu kemunduran IQ dan kerusakan otak yang ditimbulkan dari emisi timbal ini. Pada orang dewasa umumnya ciri-ciri keracunan timbal adalah pusing, kehilangan selera, sakit kepala, anemia, sukar tidur, lemah, dan keguguran kandungan. Selain itu timbal berbahaya karena dapat mengakibatkan perubahan bentuk dan ukuran sel darah merah yang mengakibatkan tekanan darah tinggi. 
Bahkan terdapar realita mengejutkan bahwa emisi gas buang kendaraan bermotor adalah algojo kejam. Penelitian yang telah diterbitkan di IOP Publishing jurnal Environmental Research Letters pada Jumat, 12 Juli 2013, memperkirakan kalau sekitar 470 ribu orang meninggal setiap tahun akibat emisi gas buangan kendaraan manusia yang berekasi dengan oksigen yang menyebabkan tingkat ozon semakin tinggi. 

Bijaklah…!
Menjadi konsumen bijak adalah solusi tunggal, tidak berlebihan dalam menggunakan bahan bakar. Sebagai seorang dengan kemampuan finansial kuat, silahkan jika ingin membeli kendaraan, namun bijak dalam menggunakannya adalah harga mati. Masyarakat saat ini cenderung menyukai yang lebih mudah, menyukai yang efek keuntungannya dirasakaan nyata saat itu juga. Ibarat “hanya beli permen saja naik motor” , itulah realitanya. Membeli permen yang ringan -tidak butuh bantuan alat untuk membawa- dan hanya di warung yang jaraknya tidak jauh -bisa dicapai dengan sepeda atau bahkan jalan kaki- masyarakat lebih memilih menggunakan motor.
Tidak jika konsumsi BBM di Indonesia banyak. Bahkan dapat dikatakan banyak terbuang sia-sia akibat perlaku konsumtif. Semisal dalam sehari kita merelakan untuk jalan kaki atau naik sepeda dalam kepentingan-kepentingan jarak dekat dan beban ringan, katakanlah 1 km per hari.  Semisal konsumsi BBM rata-rata motor 0,025 liter/km, kita sudah melakukan penghematan sebesar 9 liter/tahun. Jika semua pengguna motor di Indonesia dapat serempak kita dapat menghemat 770.412.159 liter/tahun. Selain memberikan penghematan pada konsumsi bahan bakar sehingga meringankan subsidi pemerintah juga menekan angka polusi. Dengan menekan mobilitas tiap kendaraan sejauh 1 km per hari maka polutan Pb dapat berkurang sekitar 2.773, 48 ton/tahun. Belum ditambah berkurangnya COx, NOx dan HC yang tidak kalah bahaya dampaknya.
Alam adalah sahabat yang sangat baik pada dasarnya. Alam ini seimbang dimana setiap ada aspek negatif pasti ada penetralnya. Emisi gas buang adakah penetralnya? Banyak sekali penetral emisi gas buang kendaraan bermotor dari alam. Ziolit, arang aktif, pohon, dan sebagainya. Namun kenapa saat ini kondisi terus memburuk dimana polusi terus meningkat? Karena manusia sering semaunya, hanya selalu ingin dimengerti tapi lupa untuk mau mengerti. Tidak salah jika alam tidak mampu memberikan solusi emisi kendaraan bermotor.
Ditengah isu emisi kendaraan bermotor dan misi penyelamatan lingkungan, pemerintah sigap dengan melakukan program penghijauan dimana-mana dan memperketat hutan agar penebangan liar dapat terkendali. Penghijauan masih menjadi andalan, lahan terbuka hijau masih terus menjadi perbincangan hangat disetiap daerah, mulai dari memanfaatkan tanaman rambat sampai dengan membuat banyak taman ditengah kota. Solusikan? Ya, jelas merupakan suatu solusi. Strategi itu dapat memberikan dampak baik, memberikan armada pada alam untuk berperang melawan emisi.
Namun, masalah nyata nampak di depan kita. Penghijauan yang terus dilakukan seolah memberi satu sendok teh gula pasir pada seember air. Nampak jelas menfaatnya, namun kurang terasa pengaruhnya. Rapat Koordinasi Regional (RAKOREG) untuk wilayah Jawa pada tanggal 6-7 Maret 2013 di Solo menerangkan akan dilaksanakannya program pengembangan infrastruktur hijau di di beberapa kabupaten/kota pada tahun 2012. Salah satunya adalah penanaman pohon penghijauan (16 Kab/Kota di 4 Provinsi = 406.894 bibit pohon). Namun realita lain menunjukan bahwa pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia sudah mencapai kisaran 10.000.000 tiap tahun. Data menimbulkan pertanyaan besar, apakah penghijauan dapat mengibangi laju pertumbuhan kendaraan. 
Oleh karena itu, untuk menanggulangi polusi kendaraan bermotor, semua segmen harus bekerjasana dengan baik. Pemerintah harus terus mengupayakan pengijauan lingkungan dan pelestarian alam dengan dibantu oleh masyarakat yang bijak dalam berprilaku. Salah satunya adalah dengan melakukan penghematan dalam mengonsumsi bahan bakar, mengonsumsi sesuai kebutuhan bukan sesuai keinginan.


Mari membentuk kolaborasi harmonis dengan alam,
Bijaklah dalam mengonsumsi BBM,
Selamatkan keturunan kita dari Pb,
Jaga kenikmatan bernafas tanpa emisi gas buang kendaraan,





Referensi:

  1. BPS. 2011. Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Jenis tahun 1987-2011. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2013 pada http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?tabel=1&id_subyek=17&notab=12  
  2. Abner Tarigan. 2009. Estimasi Emisi Kendaraan Bermotor di Beberapa Ruas Jalan Kota Medan. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2013 pada http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/6544/1/09E01744.pdf   
  3. Tri Tugaswati. Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor dan Dampaknya Terhadap Kesehatan. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2013 pada http://www.kpbb.org/makalah_ind/Emisi%20Gas%20Buang%20Bermotor%20%26%20Dampaknya%20Terhadap%20Kesehatan.pdf  
  4. Desy Gusnita. 2012. Pencemaran Logam Berat Timbal (Pb) di Udara dan Upaya Penghapusan Bensin Bertimbal. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2013 pada http://jurnal.lapan.go.id/index.php/berita_dirgantara/article/viewFile/1718/1553  
  5. Guardian. 2013. Polusi Udara Bunuh 2 Juta Orang Setiap Tahun. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2013 pada http://www.tempo.co/read/news/2013/07/14/061496265/Polusi-Udara-Bunuh-2-Juta-Orang-Setiap-Tahun 
  6. KLH. 2013. Rapat Koordinasi Regional (Rakoreg) Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Ekoregion Jawa. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2013 pada http://www.menlh.go.id/rapat-koordinasi-regional-rakoreg-pusat-pengelolaan-lingkungan-hidup-ekoregion-jawa/

Kamis, 17 Oktober 2013

Tanya Jawab Filsafat Ilmu



Tulisan ini merupakan jawaban dari pertanyaan Malik Ibrahim dalam sesi tanya jawab Filsafat Ilmu. Semoga memberikan manfaat bagi pembaca…

1.      Apa itu hidup?
Hidup adalah karunia yang diberikan oleh Alloh pada umat. Secara umum hidup adalah merupakan rute atau sebagai salah satu fase suatu ruh dalam berjalan. Dimana kehidupan dunia inilah yang akan memberikan andil besar menentukan masa depan yang abadi di akhirat. Hidup adalah masa dimana ada kontaminasi, masa dimana manusia bisa dipengaruhi dan hidup adalah masa dimana manusia harus berperang malewan syaitan.
Secara lebih mendalam hidup dapat dimaknai sebagai suatu aktivitas seorang manusia. Oleh karena itu sebenar-benarnya hidup adalah pilihan. Manusia yang secara kasat mata hidup bisa saja ternyata mati. Dalam keadaan yang tidak produktif, malas berpikir, dan tidak berpegang pada agama, seorang manusia seperti mayat bergerak. Hiduplah orang ketika memberikan pengaruh pada orang lain, memberikan manfaat pada orang lain, member sumbangsih pemikiran pada lingkungan dan memikirkan alam pasca hidup. Jika seseorang tidak memikirkan alam pasca dunia maka walaupun jasad dan ruh masih menjadi satu maka dia seperti orang mati. Dimana sudah tidak ada pikiran mencari bekal adalah kematian.

2.      Apa itu mati?
Berbeda dengan hidup, mati itu adalah pasti. Orang mati tidak pula kuasa untuk hidup. Mati adalah takdir Alloh ketika ruh dilepaskan dari jasad. Berbagai orang mengartikan mati sebagai akhiran, namun sebenarnya mati adalah akhiran dari fase perjalanan ruh saja, bukan akhiran dari keseluruhan. Mati adalah akhir perang manusia melawan syaitan dimana hasilnya, menang atau kalah akan member pengaruh pada fase perjalanan ruh kedepannya.
Mati adalah ketika pikiran sudah tidak berfungsi, amalan sudah tidak bisa digapai, dan aktivitas sudah tidak dapat dilakukan.

3.      Apa itu matematika?
Menurut Prof. Dr. Marsigit dalam Elegi Metafisika Matematika (http://powermathematics.blogspot.com/2012/10/metafisika-filsafat.html)
Pengertian matematika itu ada banyak sekali, sebanyak orang yang memikirkannya. Secara implicit, menurut Socrates matematika adalah pertanyaan, menurut Plato matematika adalah ide, menurut Arstoteles, matematika adalah pengalaman, menurut Descartes matematika adalah rasional, menurut Kant matematika adalah sintetik a priori, menurut Hegel matematika itu mensejarah, menurut Russell matematika adalah logika, menurut Wittgenstain matematika adalah bahasa, menurut Lakatos matematika adalah kesalahan, dan menurut Ernest matematika adalah pergaulan.
Semua pengertian merentang menurut dimensinya. Pada tataran Spiritual, Matematika adalah Rakhmat dan Karunia Tuhan. Pada tataran Filsafat atau tataran Normatif, Matematika adalah sumber-sumber ilmu, macam-macam ilmu dan pembenaran ilmu. Maka pada tataran Filsafat atau Normatif, Matematika adalah Pikiran Para Filsuf; dia meliputi metode berpikir dan pembenarannya. Pada tataran Filsafat maka Matematika itu tidak lain tidak bukan adalah Epistemologi itu sendiri. Pada tataran Formal, Matematika adalah berbagai macam ilmu pengetahuan yang merupakan ilmu-ilmu bidang atau ilmu-ilmu cabang. Pada tataran Formal, umumnya Matematika bersifat positive dengan metode utamanya adalah metode ilmiah. Sedangkan pada tataran Material, maka Matematika merupakan teknologi (terapan) yang menghasilkan karya-karya atau produk yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, termasuk kebutuhan melakukan eksplorasi alam semesta. Sedangkan Filsafat Matematika berusaha merefleksikan kerja dan karya para ilmuwan (matematikatis); mengapa dan bagaimana mereka menemukan suatu temuan, menghasilkan suatu produk dan dampak-dampaknya. Filsafat Pendidikan Matematika berusaha merefleksikan Pendidikan Matematika dalam konteks Ruang danWaktunya. Obyek dari Filsafat Pendidikan Matematika adalah semua yang ada dan yang mungkin ada dalam Pendidikan Matematika. Jadi obyeknya bisa meliputi Guru Matematika, Metode Mengajar matematika, Siswa Belajar Matematika, Evaluasi Pembelajaran matematika, Sumber Belajar Matematika, dst.

4.      Apa makna kesombongan menolak keburukan?
Kesombongan selalu identik dengan hal negatif. Namun ada kala kesombongan membantu seseorang untuk menggapai kejujuran dan kebaikan. Ada beberapa siswa yang dicap sebagai siswa sombong. Namun sesungguhnya hanya ada rujukan kesombongan yaitu seorang siswa yang tidak mau “ngumumi” dan membantu teman. Namu turunan dari definisi yang biasa dipakai di anak sekolahan tersebut ternyata pecah menjadi dua. Siswa yang sombong karena harta benda. Dia tidak mau bergaul dengan sembarang siswa, terutama yang miskin. Satunya lagi siswa yang sombong dengan ilmunya. Yang kedua inilah yang unik dimana siswa ini tidak mau memberikan contekan pada temannya saat ujian. Dia dikatakan sebagai orang yang sombong. Endingnya sama, sombong karena harta atau karena ilmu adalah dicibir, namun sombong karena ilmu nampak tidak adil ketika dicibir.

5.      Apa kaitan filsafat dengan pendidikan?
Menurut Prof. Dr. Marsigit dalam Elegi Metafisika Matematika (http://powermathematics.blogspot.com/2012/10/metafisika-filsafat.html)
Filsafat itu adalah refleksi. Maka filsafat pendidikan matematika adalah refleksi terhadap pendidikan matematika, meliputi refleksi terhadap semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Padahal pendidikan matematika itu meliputi guru, matematika, murid, ruang, kegiatan, alat dst..banyak sekali. Padahal guru itu mempunyai sifat yang banyak sekali. Jadi ada banyak sekali yang perlu direfleksikan. Maka dalam filsafat pendidikan matematika, tantanganmu adalah bagaimana engkau bisa memperbincangkan semua obyek-obyeknya. Maksud meperbincangkan adalah menjelaskan semua dari apa yang dimaksud dengan semua yang ada dan yang mungkin ada dalam pendidikan matematika. Jelaskanlah apa arti bilangan phi? Jelaskanlah apa hakekat siswa diskusi? Jelaskan apa hakekat LKS? Jelaskan apa hakekat media pembelajaran matematika? Itu semua merupakan pekerjaan filsafat pendidikan matematika? Maka bacalah elegi-elegi itu semua, maka niscaya engkau akan bertambah sensitive terhadap pendidikan matematika. Sensitivitasmu terhadap pendidikan matematika itu merupakan modal dasar bagi dirimu agar mampu merefleksikannya.

6.      Apa makna kuasa?
Kuasa adalah sesuatu yang memiliki peran besar dalam diri manusia. Kuasa adalah sesuatu yang menentukan manusia untuk melakukan sesuatu. Kuasa untuk marah, kuasa untuk pergi, kuasa untuk bersedih, kuasa untuk belajar dan sebagainya.

7.      Bagaimana filsuf mengajarkan orang awam berfilsafat?
Filsuf merupakan seseorang yang mengolah pikirannya dengan objek yang ada dan yang mungkin ada. Dalam menyampaikan filsafatnya filsuf menggunakan media bacaan, menuliskan berbagai hasil olah pikirnya untuk dapat dinikmati sebagai jalan pembelajar untuk berfilsafat. Filsafat adalah diriku, filsafat adalah pikiranku, oleh karena itu filsuf memberikan pemikirannya agar pembelajar mendapat stimulus untuk memahami bacaan filsafat dengan lebih luas dan dalam. Hingga pembelajar menemukan logos dari setiap mitos yang diterimanya.

8.      Bagaimanakah cara untuk mencapai sesuatu?
Cara untuk mencapai sesuatu adalah dengan berdoa dan berikhtiar. Menurut penjelasan Prof Marsigit orang yang hanya mengandalkan hidupnya dari Takdir, itu disebut kaum Fatal. Dan orang yang tidak percaya kepada Doa, yaitu hanya mengandalkan ikhtiar saja, itu disebut kamu Vital. Maka dapat aku katakan bahwa sebenar-benar hidup adalah dinamika interaktif antara dua kutub Fatalisme dan Vitalisme. Kedua aspek tersebut harus beriringan secara harmonis atau dalam arti lain antara doa dan usaha harus berimbang. Alloh menjanjikan pada umat bahwa akan dikabulkanNya permintaan-permitaan jika umat sholat dan sabar. Dalam sholat jelas terkandung doa-doa yang menunjukan kerendahan diri di depan Alloh. Dalam bersabar terandung pemaknaan hakekat dan hikmah dimana ketika tahap ini manusia berserah pada Alloh. Yang kedua, Alloh menjanjikan barang siapa yang mau berusaha maka Alloh akan merubah nasibnya. Perkara yang kedua adalah himbauan Alloh bahwa manusia harus berikhtiar semaksimal mungkin untuk mencapai sesuatu. Dengan keseimbangan keduanya insya Alloh akan memberikan kemudahan, kebaikan dan kebutuhan. Aamiin

9.      Bagaimana hubungan tulisan dengan kata-kata?
Tulisan merupakan suatu materi yang dikemas dalam bentuk apa saja, gambar, huruf, angka, simbol, tanpa harus ada maknanya. Sedangkan kata-kata adalah suatu tulisan yang memiliki makna dan dapat dijadikan sebagai media komunikasi.

10.  Apakah dunia memiliki batasan?
Dunia ini tidak memiliki batasan, hanya saja manusianya yang memiliki batasan untuk mengenal dunia. Dunia adalah ciptaan Alloh dengan sifat yang sama yaitu tanpa batas. Hanya Alloh yang tahu dunia secara utuh, sedangkan manusia hanya tahu setitik saja. Namun dalam hidupnya seringkali manusia sombong dengan pengetahuannya. Merasa sudah tahu banyak. Tipikal manusia seperti itulah yang mudah puas dan bertingkah bak ilmuan tanpa tanding. Manusia seperti itulah tipikal manusia yang sebenarya sangat menakuti kegagalan, sangat menakuti disaingi. Padahal jelas di atas langit pun masih ada langit, tanpa batas. Celakalah manusia tersebut jika membatasi dunia dengan kesombongannya.


Rabu, 09 Oktober 2013

The Next LIPI Young Researcher: FInalis PPRI 2013



Finalis Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) Ke-12 Tahun 2013
Rabu, 9 Oktober 2013
Dewan Juri PPRI Ke-12 Tahun 2013 yang terdiri dari:
Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan
  • Dr. Trina Fizzanty (LIPI)
  • Maxensius Tri S., SE., MIDEC. (LIPI)
  • Drs. Andrinof Chaniago, M.Si. (UI)
Bidang Ilmu Pengetahuan Alam
  • Prof. Dr. Eko Baroto W., APU (LIPI)
  • Prof. Dr. Leonardus Broto Sugeng Kardono (LIPI)
  • Prof. Dr. Ismunandar (ITB)
Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik
  • Prof. Dr. Bambang Subiyanto (LIPI)
  • Ariadne L. Juwono, M.Eng., Ph.D. (UI)
  • Dr. Yudi Darma (ITB)
setelah membaca, menyeleksi dan menganalisis dengan seksama karya tulis ilmiah peserta PPRI Ke-12 Tahun 2013, dengan ini menetapkan Finalis PPRI Ke-12 Tahun 2013 sebagai berikut:
Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan
  1. Paramudita Indraswari (ID peserta 1378152781), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, DKI Jakarta, dengan judul "Pola Hubungan dan Pengaruh Kecerdasan Interpersonal, Tingkat Religiusitas, Kepribadian Ekstrovert Introvert, dan Altruisme terhadap Subjective Well-being pada Remaja Tahap Akhir (Studi pada Mahasiswa Perguruan Tinggi X di Jakarta Tahun 2013)".
  2. Laili Purnamasari (ID peserta 1378361051), Universitas Negeri Surabaya, Jawa Timur, dengan judul "Metode Tung-Sa (Tulis Ungkap Rasa) sebagai Minimalisasi Dorongan Seks pada Komunitas Lesbian "The Virgin" di Bilangan Kos Jetis Surabaya".
  3. Muhamad Patoni (ID peserta 1378553104), Universitas Pendidikan Indonesia, Jawa Barat, dengan judul "Nilai-nilai Harmonis dalam Leksikon Perkakas Pertanian Sunda: Kajian Linguistik Antropologis di Kampung Naga, Kabupaten Tasikmalaya".
  4. Andika Eko Prasetiyo (ID peserta 1378569949), Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah, dengan judul "Pengembangan Outlet Cinta Sunah Rasul sebagai Industri Kreatif Berbasis Sociopreneurship Guna Membangun Kebiasaan Santun dan Sehat di Kalangan Pemuda".
  5. Reijefki Irlastua Simbolon (ID peserta 1378638810), Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan, dengan judul "Dokter Google Vs Dokter Poli (Analisis Alur dan Pemanfaatan Dunia Kesehatan Online: Studi Kasus Mahasiswa PTN Provinsi Sumatera Selatan)".
Bidang Ilmu Pengetahuan Alam
  1. I Wayan Darya Kartika (ID peserta 1378403970), Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat, dengan judul "Model Penambal Organik Membran Telinga Terperforasi Melalui Pendekatan Mekano-Akustik Berbasis Chitosan Bagi Penderita Tuna Rungu".
  2. Nur Fathurahman Ridwan (ID peserta 1378550909), Universitas Negeri Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan judul "Hubungan Faktor Fisikokimiawi Perairan Gua Terhadap Keanekaragaman Plankton Di Gua Anjani, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Kawasan Karst Menoreh, Provinsi Jawa Tengah".
  3. Bayu Ardiansah (ID peserta 1372616841), Universitas Indonesia, Jawa Barat, dengan judul "Biotransformasi Senyawa Keton Menjadi Alkohol Sekunder Menggunakan Wortel (Daucus Carota) Sebagai Agen Pereduksi".
  4. Bani Adlina Shabrina, Raisatun Nisa Sugiyanto, dan Prisnu Tirtanirmala (ID peserta 1378642081), Universitas Gadjah Mada, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan judul "Pengembangan Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.) Sebagai Agen Perbaikan Osteoporosis Yang Non-Genotoksik Pada Wanita Post Menstrual".
  5. Patritia Napitupulu (ID peserta 1366364637), Universitas Sam Ratulangi, Sulawesi Utara, dengan judul "Struktur Populasi Acanthaster Planci Di Rataan Terumbu Bagian Selatan Pulau Bunaken".
Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik
  1. Jindrayani Nyoo Putro (ID peserta 1372744773), Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Jawa Timur, dengan judul "Bioaftur dari Limbah Ampas Tebu".
  2. Royan Dawud Aldian (ID peserta 1377937223), Universitas Airlangga, Jawa Timur, dengan judul "Deteksi Suara Anak Autis menggunakan Jaringan Saraf Tiruan".
  3. Handiko Gesang Anugrah Sejati (ID peserta 1378207156), Universitas Gadjah Mada, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan judul "Sistem Telemonitoring Keselamatan Bendungan Waduk Sermo Kabupaten Kulonprogo Berbasis Frequency Shift Keying".
  4. Indra Gunawan (ID peserta 1378460677), Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat, dengan judul "Perancangan dan Pembuatan Pendingin Adsorpsi Padat Berselang Skala Kecil".
  5. Muhammad Iqbal dan Yuki Desiandini (ID peserta 1378582950), Universitas Indonesia, Jawa Barat, dengan judul "Optimasi Konsentrasi Induksi Xylose, Kecepatan Agitasi, dan Laju Aerasi pada Kultivasi Bakteri Bacillus subtilis Rekombinan untuk Memproduksi protein Apoptin sebagai Senyawa Penginduksi Apoptosis Sel Kanker".
Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengundang Saudara yang namanya tercantum di atas untuk melakukan pameran, presentasi dan wawancara di hadapan Dewan Juri yang akan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal
:
Kamis - Jumat, 14 - 15 November 2013
Waktu
:
09.00 WIB s.d. selesai
Tempat
:
Widya Graha LIPI Lt. 1
Jl. Gatot Subroto No. 10, Jakarta Selatan
Untuk keperluan acara tersebut, beberapa hal yang perlu diketahui dan dipersiapkan antara lain:
  1. Model/purwarupa/alat peraga (bila ada), brosur dan poster (lebar 70 cm x 90 cm) untuk pameran.
  2. Template poster bisa diunduh di http://kompetisi.lipi.go.id/ppri12/ di berkas dijital (informasi terkait lain).
  3. Materi presentasi menggunakan Power Point atau format sejenis lainnya.
  4. Registrasi dan pemasangan perangkat pameran di Widya Graha LIPI Lantai 1, Jl. Jend. Gatot Subroto No. 10, Jakarta Selatan pada tanggal 13 Oktober 2013, pukul 14.00 - 16.00 WIB.
  5. Transportasi dari tempat asal ke tempat pameran pergi pulang ditanggung oleh masing-masing finalis.
  6. Panitia menyediakan konsumsi (makan siang) pada tanggal 14 - 15 November 2013 bagi satu orang finalis dalam setiap kelompok.
  7. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Ibu Indriyani (Telp. 021 5225711 ext. 274, 276, HP 081319165778, email dhree_aja@yahoo.com).
Panitia Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) Ke-12 Tahun 2013
Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Gedung Sasana Widya Sarwono Lt. 5
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 10, Jakarta 12710
Telp (021) 5225711 Ext. 274, 276, 273

Jumat, 04 Oktober 2013

This one as a teacher: Lomba Karya Tulis Keselamatan Jalan

Januari 2013 - Juni 2013 adalah waktu dimana status tidak jelas...Mahasiswa bukan, karena sudah lulus, ditanya kerja dimana juga bingung, karena masih montang masting ksana kemari yang penting "asap dapur ngepul". Lihat lomba ini saya iseng ikut, dengan pikiran lumayan bisa jalan-jalan ke Jakarta gratis. Penyelenggaranya Departemen Perhubungan jadi ya gratisan pasti akomodasi dll. Pas juga saya ngajar ekstra di SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, kesempatan pakai instansi itu aja, mendaftar lomba sebagai "guru". 
Alhamdulillah keberuntungan menghampiri, lolos 10 besar walaupun nilainya di paling bontot. Maklum anak baru di dunia keguruan, masih perlu banyak belajar, masih perlu banyak contoh, masih minim ilmu. Tp yang jelas, this one as a teacher in national competition. I know, I newbie, so getting more experience are my target. In this event, I will see other world.




Bijak dalam Berhaji

Saat ini, dimana mulai banyak orang memiliki finasial yang luar biasa sehingga lapang untuk menjalankan atau mendapatkan kemauan. Kasus di Indonesia dimana ibadah haji menjadi ibadah yang sangat populer. Menunaikan rukun Islam adalah dalih mendasar kenapa orang pergi haji. Istimewanya orang pergi haji dihargai mahal di Negeri ini, gelah Haji atau Hajah di sematkan dalam nama.
Beberapa orang yang melimpah finansial, atas ridho Alloh diberikan kesempatan untuk berulangkali pergi ke Makkah. Fenomena ini sedikit menggelitik pemirsa untuk membandingkan banyaknya warga miskin yang ada di Negara ini. Melalui fenomena tersebut mempermudah kita untuk menarik kesimpulan bahwa memang di Indonesia ini kesenjangan sosial sangat tinggi. Muncul pertanyaan, bagaimanakah fenomena orang kaya yang menginginkan berhaji berkali-kali? Secara pandangan awam tentu sah-sah saja, pakai harta sendiri. Namun tidak jarang pula orang berpandangan bahwa itu tindakan yang berlebihan, masih banyak cara lain untuk beribadah selain berhaji untuk yang ke-2, ke-3, dan seterusnya. Pada suatu saat saya menemukan artikel menarik yang ditulis oleh Ulis Tofa, Lc:

Berhubungan dengan apa yang saya pikirkan mengenai haji. Beliau mengemukakan bahwa cendekiwan muslim dunia, Syaikh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi menegaskan bahwa ada sejumlah syarat dan koridor secara syariat yang membatasi pelaksanaan ibadah haji bagi yang sudah melaksanakan sebelumnya, baik haji yang ke dua atau seterusnya.
Di antarannya adalah bahwa Allah tidak menerima ibadah sunnah –haji kedua dan seterusnya tergolong ibadah sunnah, yang wajib sekali seumur hidup-, jika mengarah pada perbuatan haram. Karena ada kaidah “menghindarr dari terjerumus pada yang haram di dahulukan dari pada meraih pahala sunnah.” Seperti misalnya, jika pengulangan berangkat haji sunnah justru menyakiti banyak orang, menyebabkan padat dan sesak sehingga menambah beban berat, tersebarnya suatu penyakit, banyak orang jatuh kurban, berdesak-desakan, tidak bisa maju dan mundur, terinjak-injak kaki dan kondisi bahaya lainnya. Padahal yang wajib adalah meminimalisir kesemrawutan, dan bahaya.
Dr. Al-Qaradhawi menjelaskan, bahwa Allah swt. tidak menerima ibadah nafilah –tambahan atau sunnat- sehingga yang wajib ditunaikan dengan baik. Kami melihat bahwa setiap orang yang melaksanakann haji atau umrah sunnah –bukan wajib-, namun ia ternyata pelit mengeluarkan zakat yang wajib, baik zakat secara keseluruhan atau sebagiannya, maka haji dan umrahnya tertolak. Lebih baik baginya untuk menyalurkan biaya haji dan umrah untuk mensucikan dirinya terlebih dahulu dengan menunaikan zakat.

Kesimpulan yang saya ambil adalah setiap orang harus memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara bijak, termasuk mengelola hak. Benar memang bahwa uang masing-masing individu adalah hak dari masing-masing individu tersebut, namun jika dikelola dengan bijak maka akan menghasilkan suatu hal yang lebih baik, termasuk menngelola keinginan kita untuk pergi ke tanah suci. Jika memang ada rizki melimpah, dan sudah berhaji, alangkah bijak jika uang kita untuk berhaji "lagi" kita gunakan untuk membantu sodara muslim kurang mampu untuk menunaikan kewajiban ibadah haji. Insya Alloh dengan memberikan fasilitas orang lain untuk menunaikan kewajiban, Alloh akan memberikan pahala dan kebarakahan.