Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label Jelajah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jelajah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Oktober 2013

This one as a teacher: Lomba Karya Tulis Keselamatan Jalan

Januari 2013 - Juni 2013 adalah waktu dimana status tidak jelas...Mahasiswa bukan, karena sudah lulus, ditanya kerja dimana juga bingung, karena masih montang masting ksana kemari yang penting "asap dapur ngepul". Lihat lomba ini saya iseng ikut, dengan pikiran lumayan bisa jalan-jalan ke Jakarta gratis. Penyelenggaranya Departemen Perhubungan jadi ya gratisan pasti akomodasi dll. Pas juga saya ngajar ekstra di SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, kesempatan pakai instansi itu aja, mendaftar lomba sebagai "guru". 
Alhamdulillah keberuntungan menghampiri, lolos 10 besar walaupun nilainya di paling bontot. Maklum anak baru di dunia keguruan, masih perlu banyak belajar, masih perlu banyak contoh, masih minim ilmu. Tp yang jelas, this one as a teacher in national competition. I know, I newbie, so getting more experience are my target. In this event, I will see other world.




Rabu, 05 Desember 2012

EXPERIENCE OF TEACHING WAS AMAZING (part 2): LKIR IPA 2012

Amazing...amazing...and amazing. It is word which represent my feel. In 2012 stembayo's student got amazing achievement. Her name is Reninta Kikis Santika. She is study in chemist analize class. In LKIR, she researched about cow. She interested to researched bactery's grow at cow nipples. If the bactery grow uncontrol will contaminate milk, so it make quality of milk decrease. This idea got amazing appreciate from LIPI. She got opportunity to present her research in grand final LKIR in Jakarta.



Sabtu, 10 November 2012

EXPERIENCE OF TEACHING WAS AMAZING (part 1): LKIR TEKNIK2010

This was an amazing experience. In 2010 stembayo's student got amazing achievement. Imam and Slamet can be winner in prestigious event, LKIR. Their invention is "the box clear of emision as tool for decrease polution at servis proccess". They got the prize from LIPI and Bumiputera Rp 12.000.000.



Rabu, 27 Juni 2012

SERIAL XL AWARD

"Runtuhnya Paradigma"

Sangat indah melihat esai teman dengan judul "idealisme: sang pedang bermata dua" atau "ku gadaikan bangsa ini demi sebatang rokok". Tulisan-tulisan teman ini saya jadikan rujukan untuk menulis saat SMA dan menghasilkan tulisan "bank syariah, karenamu aku mampu gendong anak istriku" dan "sepeda motor, sahabat yang siap menjadi boomerang dalam hidup". Awal masuk kuliah beberapa kali mencoba menulis dan memang tidak ada rasa nyaman dengan jenis tulisan ini, walaupun saya akui, saya sangat suka dengan tulisan populer. 
Esai atau karya ilmiah populer merupakan jenis karya ilmiah yang saya anggap sebagai sesuatu yang jauh dari mahasiswa eksak. Paradigma ini muncul pada awal masuk perkuliahan: "mahasiswa MIPATEK tidak akan mampu menjuarai ajang lomba karya tulis populer bergengsi, tingkat nasional". Paradigma ini terkonstruksi dalam otak saya. Paradigma ini mengacu pada asumsi awal yang saya anut bahwa penulisan populer sangat erat dengan opini, perbendaharaan kata, dan alur logika. Saya sebagai mahasiswa MIPA merasa sangat lemah mengenai kemampuan mengungkapkan opini, apalagi tidak didukung dengan wawasan dan perbendaharaan kata yang cukup sehingga sangat kaku dalam bergeliat menyusup kedalam masalah-masalah detail.
Lama meninggalkan ketertarikan menulis karya tulis populer, saat masa akhir mahasiswa (semester 8) ada kesempatan menulis lagi. Tanpa dilandasi semangat dan sangat pesimin dengan kemampuan diri sendiri membuat proses penulisan tidak fokus. Tapi karena ajakan teman untuk berpartisipasi dalam XL Award 2011 akhirnya esai dengan judul "Menguak poros potensial pengembang intelektual tunanetra (Optimalisasi Industri selular sebagai pendamai tunanetra dengan kegelapan)". Setelah terkirimnya karya, event segera saya lupakan (dampak pesimis karena saya nilai tulisan yang terkirim sangat sederhana dan pengemasannya memang tidak menarik).
Tiba-tiba selang berbulan-bulan, pihak XL menelpon dan memberitahukan bahwa saya masuk sebagai finalis dan diminta ke jakarta. Saya pun ragu, lalu menanyakan status saya di lomba itu. Panitia mengatakan saya termasuk dalam finalis. Saat saya meminta surat undangan, panitia bilang semua finalis hanya diundang via phone. Kondisi ini semakin membuat saya bimbing karena biaya transport tidak sedikit, minimal 500rb harus saya siapkan untuk ke jakarta (uang sebanyak itu sangat berarti untuk saya), dan tentunya waktu saya sangat berharga untuk mahasiswa skripsi...(hehehe). 
Tapi dalam kondisi yang santa unik, saya sampai di corwne plaza jakarta tanggal 30 April 2012. Ini pengalaman yang sangat aneh dan luar biasa. Keraguan saya untuk ke jakarta dalam acara penganugrahan itu  hilang karena rencana Alloh yang luar biasa. Tanggal 26-30 saya diminta LIPI untuk ke malaysia dalam acara i-envex. Jadwal kepulangan adalah tanggal 30 April 2012 dan sampai di bandara soeta jam 11.00 WIB. Luar biasanya penganugrahan XL award dimulai jam 12.00 WIB dan lebih kebetulan lagi tiket kepulangan soeta-adisucipto yang sudah saya pesan jauh hari sebelum mendapat pemberitahuan dari XL award jam 17.00 WIB. Kebetulan yang sangat luar biasa.
Sesampai di soeta, kontingen Indonesia berpisah, lebih kebetulan lagi pak Bogie langsung akan menghadiri rapat di LIPI pusat dan crowne plaza jaraknya sangat dekat dengan LIPI, saya diberi tumpangan. Keberuntungan-keberuntungan yang datang tiba-tiba terasa luntur karena sesampai di lokasi panitia XL award mengundur acara menjadi jam 14.00 - 16.00. Kebimbangan muncul lagi karena pesawat take off jam 17.00. Niatan untuk tidak mengikuti acara pun muncul karena status saya yang tidak jelas "finalis" menjadikan tiket pesawat berasa sangat berharga. Saya coba masuk ke ruangan dan kaget steny agustaf sedang latihan ngeMC. Saat masuk ruangan yang masih sepi itu steny sedang latihan membacakan pemenang dan saya kaget karena terbaca bahwa saya jadi salah satu pemenang. Luar biasa, keraguan langsung hilang dan mantab untuk membatalkan tiket pesawat, biarin saja tiketnya hangus, sedekah sama maskapai...hehehe
Kaget saya melihat pers rilis yang berbunyi "XL Award 2011 mulai menerima karya peserta sejak September 2011 dan berakhir pada awal Januari 2012. Hingga waktu pengiriman ditutup, telah masuk sebanyak 2118 karya peserta, yang terdiri dari 840 karya tulis, 1278 foto, 1070 twitter, dan 926 facebook." Luar biasa paradigma yang selama ini saya pegang runtuh,  "mahasiswa MIPATEK tidak akan mampu menjuarai ajang lomba karya tulis populer bergengsi, tingkat nasional". 
Alhamdulillah, Alloh telah memberi kesempatan saya untuk meruntuhkan kepesimisan dan paradigma yang menjadi pedoman bertahun-tahun. "IMPOSSIBLE IS NOTHING"

foto bareng mas MC (Steny Agustaf) 


Foto penganugrahan karegori UMUM




Rabu, 02 Mei 2012

Series of International Engineering Invention and Innovation Exhibition (i-ENVEX) 2012

(Bagian Klimaks)

Tim Indonesia

Tim Indonesia

Tim Indonesia


Sampai di Pinang tanggal 26 April 2012 sekitar jam 9. Di depan pintu keluar Bandara Pinang sudah siap Bus dari UniMAP yang bertugas untuk menjemput kami. Saat ini juga kami tim Indonesia yang dikoordinatori LIPI tahu bahwa ada tim Indonesia lainnya yang turut serta dalam i-ENVEX yaitu tim yang dibawa oleh Surya Institute. Kami duduk dalam satu bus menuju ke Dewan 2020 guna registrasi peserta. Setelah registrasi selesai kami diantarkan ke rumah tetamu, disinilah penginapan yang disediakan untuk kami.

Dewan 2020


Rumah Tetamu


Tanggal 26 April 2012, kegiatan kami adalah menyiapkan meja pameran saja dan beristirahat tentunya. Memasang poster, menyiapkan brosur, menata perangkat, dan lain sebagainya. Karena alat kami yang banyak dengan meja yang lumayan minimalis, membuat kami bingung untuk menata sehingga kami menitipkan beberapa barang di meja sebelah...hehehe



Setalah dirasa cukup, kami semua kembali ke rumah tetamu untuk beristirahat, menyiapkan energi untuk penjurian esok harinya. Untuk lomba kali ini kami tidak memiliki ekspektasi yang tinggi, mengingat cakupan peserta dan kami sadar betul bahwa kualitas produk peserta lain sangat luar biasa. mengharap keberuntungan dan memantabkan hati untuk menerima semua hasil adalah satu-satunya jalan. Dibawah ini adalah cerminan dari kondisi dan heterogenitas peserta lomba.






Tamu terus berdatangan dan kami dituntut untuk menerangkan invensi yang kami usung. Penjelasan yang kami lakukan dengan beberapa bahasa, tergantung permintaan dari pengunjung (hehehe...). Untuk beberapa pengunjung meminta diterangkan dengan bahasa Indonesia, walaupun sebagian besar dengan bahasa Inggris.




Tanggal 28 April 2012 adalah jadwal kami untuk trip. Agenda kami adalah mengunjungi berbagai tempat bersejarah di Pinang. Pertama kita diantar oleh panitia ke musium perang. Tempat ini didesain mirip dengan kondisi perang sehingga pengunjung bisa merasakan sendiri nuansa perang. Terdapat lorong gelap, terdapat lorong yang harus merangkak, terdapat jalan bawah tanah, terdapat pintu keluar yang harus naik tangga, miniatur pemenggalan. dan masih banyak lagi.






Setelah museum perang, kita berlanjut ke fort cornwallis, kalau di jogja benteng vredenberg lah...hehehe






Perjalanan trip telah selesai, kembali ke rumah tetamu. Menyiapkan tenaga untuk kembali pameran esuk hari. Pameran tanggal 29 berjalan seperti biasa, bedanya adalah pameran ini diakhiri dengan pengumuman peraih penghargaan. Pengumuman peraih penghargaan dibacakan pada sekitar jam 16.00. Alhamdulillah dari kami semua mendapatkan predikat. 
Mirza, Tita dan Rivo dengan Atherosclerosis Vaccine Using Heat-Killed Salmonella Typhimurium: A new approach for coronary artery disease pevention mendapatkan medali emas,
Hendri Sinaga dan Yosephine Yulia dengan Utilization of promacea sp. shell biodisel production mendapatkan medali emas.
Kami, Delthawati Isti R, Rina Supriyani, dan Janu Arlinwibowo dengan The innovation of psycal measuring instrument in Braille for visually impaired students mendapatkan medali perak
dan,
Gregorius Rionugroho dan Harum Nissa dengan utilization of waste cooking oil and ash rind kapok to produce an organic soap based on green technology mendapatkan medali perak








Selasa, 01 Mei 2012

Series of International Engineering Invention and Innovation Exhibition (i-ENVEX) 2012


(Bagian Koordinasi di Jakarta)


Monggo lihat video di bawan ini....


Tanggal 25, kami berangkat meninggalkan Jogja untuk mengikuti International Invantion and Innovation Engineering Exhibition (i-ENVEX) 2012. Awal dari perjalanan kami adalah terbang ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan LIPI selaku koordinator kami. Pesawal kami berangkat pukut 10.10 WIB dan mendarat di bandara Soe-ta pada jam 11.00. Setelah keluar dan mengurus bagasi kami bergegas mencari Taxi untuk meluncur ke LIPI. Walaupun sudah sempat bersama dalam Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) 2011 Oktober silam, kami masih buram, ikatan silaturahmi belum terbentuk secara erat. Dalam acara ini kami membawa karya dengan judul The Innovation of psycal quantity measuring instrumen in Braille for visually impaired students.
Sampai di LIPI sekitar pukul 13.00 WIB, kami langsung mantab menuju sasana widya sarwono lalu lapor ke keamanan dan naik ke lantai 5, seperti yang sudah diinformasikan oleh bu Indri pada kami. Sesampai di lantai 5, kami langsung masuk pada ruang yang memang sudah tidak asing lagi bagi kami, dan melapor ingin bertemu dengan bu Indri. Lalu kami diminta masuk dalam ruang tersendiri, tengok kanan tengok kiri ternyata kami tim pertama yang hadir.
Selang beberapa saat dateng tim lain (tepatnya panggil teman...:D...), ini adalah tim dari Universitas Diponegoro dengan Gregorius Rionugroho dan Harum Nissa. Mereka adalah juara 1 PPRI bidang teknik tahun 2011. Mereka mengangkat judul: Utilization of waste cooking oil and ash rind kapok to produce an organic soap based on green technology . Kami ditempatkan dalam ruang yang sama dan diberikan banyak pengarahan, salah satunya oleh pak Bogie selaku kepala Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan Iptek LIPI. Gambaran-gambaran tentang i-ENVEX diceritakan secara gamblang oleh beliau sehingga memberikan lukisan tajam pada imajinasi kami, dan itulah bekal awal yang luar biasa dalam membangun motivasi kami.
Selesainya pengarahan, kami dikondisikan untuk melengkapi dan menyelesaikan berbagai masalah administratif, yang paling menyenangkan adalah dikasih baju batik sragam (alhamdulillah tambah lagi bagi batik gratis). Sambil berbincang ringan tiba-tiba datang dateng tim lain (tepatnya panggil teman...:D...), ini adalah tim dari Universitas Brawijaya dengan Mirza, Tita dan Rivo. Mereka adalah mahasiswa kedokteran yang membawa judul Atherosclerosis Vaccine Using Heat-Killed Salmonella Typhimurium: A new approach for coronary artery disease pevention.
Kami ditempatkan di asrama LIPI untuk menginap, karena jam 3 pagi kami harus berangkat ke bandara. Sangat pagi karena pesawat kami terbang pukul 05.30 WIB. Jam 2 malam kami sudah berebut kamar mandi dan berdandan berbasis batik. Sesampainya di bandara Soeta, bu Indri dan bu Kris sudah menunggu di terminal. Di terminal juga sudah nampak Henry Sinaga (tim dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya). Henry membawa karya dengan judul Utilization of promacea sp. shell biodiesel production. Dia berangkat pagi itu tanpa Yosephine Yulia yang masih ada acara lomba di Bandung dan akan menyusul datang pada tanggal 27 April 2012. 
Setelah semua lengkap dan siap...
Mari menuju Pinang, Malaysia...

Minggu, 22 April 2012

Series of International Engineering Invention and Innovation Exhibition (i-ENVEX) 2012

(Part Plan of Departure)

Thank to Alloh because give amazing opportunity
After we won in PPRI 2011, LIPI give something special for our team, we delegated in international competition. This competition is International Engineer Invention and Innovation Exhibition (i-Envex). 
Our plan, we go to jakarta 25th April 2012 in the morning and arrive jakarta in the noon, then we go to LIPI office at Jalan Jend Gatotsubroto No. 10, Jakarta. we have aim in this place, we will coordinate with other indonesia delegation and LIPI as coordinator us.


LIPI delegating 5 team for i-envex.


We ask for prayer, may Alloh give me the best and we can finish in this competition. Tnx

Rabu, 22 Februari 2012

PENGEMBARAAN SATGAS 6: GEMBIRALOKA

Karena salah satu dari 6 itu ada yang punya cerita ekstrim dan meluap-luap ingin berbagi pengalaman (zink....) hehehe... Maka dibuatlah acara dadakan yang semula dijadwalkan minggu, berubah jadi sabtu, dan akhirnya dilaksanakan pada hari jumat...(lumayan lah...tanpa sengaja mengelabuhi beberapa oknum yang selalu mengintai dari radius beberapa kilometer jauh disana...hehe)
Masuk...diawali dengan sasa yang makan dan hanip+azi foto-foto...inilah awal cerita kita devisit 100rb,
laper sa...???

foto-foto...lenscapnya dilepas ayoooo....

Setelah saya, Aruf dan Hapsara datang, Sasa sudah kenyang, kita membeli tiket. Cukup dengan 12rb maka kita dapat melihat semua koleksi hewan di gembiraloka,
Rp. 12.000,00

Masuk dengan tiket 12rb, naluri langsung mendorong untuk berpose di depan kamera...baru masuk tangga pertama,
pose 1

pose 2

Masuk ke tempat reptil senengnya...ah ternyata sasa gak mau ikut, takut sama ular. 

reptil area 1

reptil area 2

reptil area 3

reptil area 4

Setelah keluar dari area reptil, sasa kembali bergabung. berjalanlah kita menuju area unggas.

hormat pada kamera...^^

Setelah ini, sesi foto teakhir di kolam yang ada kapalnya,

pose berpencar

pose tugu

pose menara

pose prespektif

pose hormat pada semua

pose berlayar