Social Icons

Pages

Rabu, 09 Oktober 2013

The Next LIPI Young Researcher: FInalis PPRI 2013



Finalis Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) Ke-12 Tahun 2013
Rabu, 9 Oktober 2013
Dewan Juri PPRI Ke-12 Tahun 2013 yang terdiri dari:
Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan
  • Dr. Trina Fizzanty (LIPI)
  • Maxensius Tri S., SE., MIDEC. (LIPI)
  • Drs. Andrinof Chaniago, M.Si. (UI)
Bidang Ilmu Pengetahuan Alam
  • Prof. Dr. Eko Baroto W., APU (LIPI)
  • Prof. Dr. Leonardus Broto Sugeng Kardono (LIPI)
  • Prof. Dr. Ismunandar (ITB)
Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik
  • Prof. Dr. Bambang Subiyanto (LIPI)
  • Ariadne L. Juwono, M.Eng., Ph.D. (UI)
  • Dr. Yudi Darma (ITB)
setelah membaca, menyeleksi dan menganalisis dengan seksama karya tulis ilmiah peserta PPRI Ke-12 Tahun 2013, dengan ini menetapkan Finalis PPRI Ke-12 Tahun 2013 sebagai berikut:
Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan
  1. Paramudita Indraswari (ID peserta 1378152781), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, DKI Jakarta, dengan judul "Pola Hubungan dan Pengaruh Kecerdasan Interpersonal, Tingkat Religiusitas, Kepribadian Ekstrovert Introvert, dan Altruisme terhadap Subjective Well-being pada Remaja Tahap Akhir (Studi pada Mahasiswa Perguruan Tinggi X di Jakarta Tahun 2013)".
  2. Laili Purnamasari (ID peserta 1378361051), Universitas Negeri Surabaya, Jawa Timur, dengan judul "Metode Tung-Sa (Tulis Ungkap Rasa) sebagai Minimalisasi Dorongan Seks pada Komunitas Lesbian "The Virgin" di Bilangan Kos Jetis Surabaya".
  3. Muhamad Patoni (ID peserta 1378553104), Universitas Pendidikan Indonesia, Jawa Barat, dengan judul "Nilai-nilai Harmonis dalam Leksikon Perkakas Pertanian Sunda: Kajian Linguistik Antropologis di Kampung Naga, Kabupaten Tasikmalaya".
  4. Andika Eko Prasetiyo (ID peserta 1378569949), Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah, dengan judul "Pengembangan Outlet Cinta Sunah Rasul sebagai Industri Kreatif Berbasis Sociopreneurship Guna Membangun Kebiasaan Santun dan Sehat di Kalangan Pemuda".
  5. Reijefki Irlastua Simbolon (ID peserta 1378638810), Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan, dengan judul "Dokter Google Vs Dokter Poli (Analisis Alur dan Pemanfaatan Dunia Kesehatan Online: Studi Kasus Mahasiswa PTN Provinsi Sumatera Selatan)".
Bidang Ilmu Pengetahuan Alam
  1. I Wayan Darya Kartika (ID peserta 1378403970), Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat, dengan judul "Model Penambal Organik Membran Telinga Terperforasi Melalui Pendekatan Mekano-Akustik Berbasis Chitosan Bagi Penderita Tuna Rungu".
  2. Nur Fathurahman Ridwan (ID peserta 1378550909), Universitas Negeri Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan judul "Hubungan Faktor Fisikokimiawi Perairan Gua Terhadap Keanekaragaman Plankton Di Gua Anjani, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Kawasan Karst Menoreh, Provinsi Jawa Tengah".
  3. Bayu Ardiansah (ID peserta 1372616841), Universitas Indonesia, Jawa Barat, dengan judul "Biotransformasi Senyawa Keton Menjadi Alkohol Sekunder Menggunakan Wortel (Daucus Carota) Sebagai Agen Pereduksi".
  4. Bani Adlina Shabrina, Raisatun Nisa Sugiyanto, dan Prisnu Tirtanirmala (ID peserta 1378642081), Universitas Gadjah Mada, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan judul "Pengembangan Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.) Sebagai Agen Perbaikan Osteoporosis Yang Non-Genotoksik Pada Wanita Post Menstrual".
  5. Patritia Napitupulu (ID peserta 1366364637), Universitas Sam Ratulangi, Sulawesi Utara, dengan judul "Struktur Populasi Acanthaster Planci Di Rataan Terumbu Bagian Selatan Pulau Bunaken".
Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik
  1. Jindrayani Nyoo Putro (ID peserta 1372744773), Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Jawa Timur, dengan judul "Bioaftur dari Limbah Ampas Tebu".
  2. Royan Dawud Aldian (ID peserta 1377937223), Universitas Airlangga, Jawa Timur, dengan judul "Deteksi Suara Anak Autis menggunakan Jaringan Saraf Tiruan".
  3. Handiko Gesang Anugrah Sejati (ID peserta 1378207156), Universitas Gadjah Mada, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan judul "Sistem Telemonitoring Keselamatan Bendungan Waduk Sermo Kabupaten Kulonprogo Berbasis Frequency Shift Keying".
  4. Indra Gunawan (ID peserta 1378460677), Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat, dengan judul "Perancangan dan Pembuatan Pendingin Adsorpsi Padat Berselang Skala Kecil".
  5. Muhammad Iqbal dan Yuki Desiandini (ID peserta 1378582950), Universitas Indonesia, Jawa Barat, dengan judul "Optimasi Konsentrasi Induksi Xylose, Kecepatan Agitasi, dan Laju Aerasi pada Kultivasi Bakteri Bacillus subtilis Rekombinan untuk Memproduksi protein Apoptin sebagai Senyawa Penginduksi Apoptosis Sel Kanker".
Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengundang Saudara yang namanya tercantum di atas untuk melakukan pameran, presentasi dan wawancara di hadapan Dewan Juri yang akan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal
:
Kamis - Jumat, 14 - 15 November 2013
Waktu
:
09.00 WIB s.d. selesai
Tempat
:
Widya Graha LIPI Lt. 1
Jl. Gatot Subroto No. 10, Jakarta Selatan
Untuk keperluan acara tersebut, beberapa hal yang perlu diketahui dan dipersiapkan antara lain:
  1. Model/purwarupa/alat peraga (bila ada), brosur dan poster (lebar 70 cm x 90 cm) untuk pameran.
  2. Template poster bisa diunduh di http://kompetisi.lipi.go.id/ppri12/ di berkas dijital (informasi terkait lain).
  3. Materi presentasi menggunakan Power Point atau format sejenis lainnya.
  4. Registrasi dan pemasangan perangkat pameran di Widya Graha LIPI Lantai 1, Jl. Jend. Gatot Subroto No. 10, Jakarta Selatan pada tanggal 13 Oktober 2013, pukul 14.00 - 16.00 WIB.
  5. Transportasi dari tempat asal ke tempat pameran pergi pulang ditanggung oleh masing-masing finalis.
  6. Panitia menyediakan konsumsi (makan siang) pada tanggal 14 - 15 November 2013 bagi satu orang finalis dalam setiap kelompok.
  7. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Ibu Indriyani (Telp. 021 5225711 ext. 274, 276, HP 081319165778, email dhree_aja@yahoo.com).
Panitia Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) Ke-12 Tahun 2013
Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Gedung Sasana Widya Sarwono Lt. 5
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 10, Jakarta 12710
Telp (021) 5225711 Ext. 274, 276, 273

Jumat, 04 Oktober 2013

This one as a teacher: Lomba Karya Tulis Keselamatan Jalan

Januari 2013 - Juni 2013 adalah waktu dimana status tidak jelas...Mahasiswa bukan, karena sudah lulus, ditanya kerja dimana juga bingung, karena masih montang masting ksana kemari yang penting "asap dapur ngepul". Lihat lomba ini saya iseng ikut, dengan pikiran lumayan bisa jalan-jalan ke Jakarta gratis. Penyelenggaranya Departemen Perhubungan jadi ya gratisan pasti akomodasi dll. Pas juga saya ngajar ekstra di SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, kesempatan pakai instansi itu aja, mendaftar lomba sebagai "guru". 
Alhamdulillah keberuntungan menghampiri, lolos 10 besar walaupun nilainya di paling bontot. Maklum anak baru di dunia keguruan, masih perlu banyak belajar, masih perlu banyak contoh, masih minim ilmu. Tp yang jelas, this one as a teacher in national competition. I know, I newbie, so getting more experience are my target. In this event, I will see other world.




Bijak dalam Berhaji

Saat ini, dimana mulai banyak orang memiliki finasial yang luar biasa sehingga lapang untuk menjalankan atau mendapatkan kemauan. Kasus di Indonesia dimana ibadah haji menjadi ibadah yang sangat populer. Menunaikan rukun Islam adalah dalih mendasar kenapa orang pergi haji. Istimewanya orang pergi haji dihargai mahal di Negeri ini, gelah Haji atau Hajah di sematkan dalam nama.
Beberapa orang yang melimpah finansial, atas ridho Alloh diberikan kesempatan untuk berulangkali pergi ke Makkah. Fenomena ini sedikit menggelitik pemirsa untuk membandingkan banyaknya warga miskin yang ada di Negara ini. Melalui fenomena tersebut mempermudah kita untuk menarik kesimpulan bahwa memang di Indonesia ini kesenjangan sosial sangat tinggi. Muncul pertanyaan, bagaimanakah fenomena orang kaya yang menginginkan berhaji berkali-kali? Secara pandangan awam tentu sah-sah saja, pakai harta sendiri. Namun tidak jarang pula orang berpandangan bahwa itu tindakan yang berlebihan, masih banyak cara lain untuk beribadah selain berhaji untuk yang ke-2, ke-3, dan seterusnya. Pada suatu saat saya menemukan artikel menarik yang ditulis oleh Ulis Tofa, Lc:

Berhubungan dengan apa yang saya pikirkan mengenai haji. Beliau mengemukakan bahwa cendekiwan muslim dunia, Syaikh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi menegaskan bahwa ada sejumlah syarat dan koridor secara syariat yang membatasi pelaksanaan ibadah haji bagi yang sudah melaksanakan sebelumnya, baik haji yang ke dua atau seterusnya.
Di antarannya adalah bahwa Allah tidak menerima ibadah sunnah –haji kedua dan seterusnya tergolong ibadah sunnah, yang wajib sekali seumur hidup-, jika mengarah pada perbuatan haram. Karena ada kaidah “menghindarr dari terjerumus pada yang haram di dahulukan dari pada meraih pahala sunnah.” Seperti misalnya, jika pengulangan berangkat haji sunnah justru menyakiti banyak orang, menyebabkan padat dan sesak sehingga menambah beban berat, tersebarnya suatu penyakit, banyak orang jatuh kurban, berdesak-desakan, tidak bisa maju dan mundur, terinjak-injak kaki dan kondisi bahaya lainnya. Padahal yang wajib adalah meminimalisir kesemrawutan, dan bahaya.
Dr. Al-Qaradhawi menjelaskan, bahwa Allah swt. tidak menerima ibadah nafilah –tambahan atau sunnat- sehingga yang wajib ditunaikan dengan baik. Kami melihat bahwa setiap orang yang melaksanakann haji atau umrah sunnah –bukan wajib-, namun ia ternyata pelit mengeluarkan zakat yang wajib, baik zakat secara keseluruhan atau sebagiannya, maka haji dan umrahnya tertolak. Lebih baik baginya untuk menyalurkan biaya haji dan umrah untuk mensucikan dirinya terlebih dahulu dengan menunaikan zakat.

Kesimpulan yang saya ambil adalah setiap orang harus memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara bijak, termasuk mengelola hak. Benar memang bahwa uang masing-masing individu adalah hak dari masing-masing individu tersebut, namun jika dikelola dengan bijak maka akan menghasilkan suatu hal yang lebih baik, termasuk menngelola keinginan kita untuk pergi ke tanah suci. Jika memang ada rizki melimpah, dan sudah berhaji, alangkah bijak jika uang kita untuk berhaji "lagi" kita gunakan untuk membantu sodara muslim kurang mampu untuk menunaikan kewajiban ibadah haji. Insya Alloh dengan memberikan fasilitas orang lain untuk menunaikan kewajiban, Alloh akan memberikan pahala dan kebarakahan.

Jumat, 27 September 2013

Kenapa Buang Air Kecil Jangan Berdiri

Lagi-lagi saya cupu,
saat melihat artikel ini saya terperanga dan sangat tertarik,
its so interesting,
yang selama ini dianggap biasa ternyata suatu hal yang tabu,
yang selama ini dianggap lumrah ternyata sangat tidak baik,
bahkan bisa dibilang kemudharatan dibalik buang air kecil berdiri telah buram,
atau bahkan samar hampir tak terlihat...
oke mari belajar...
 
let’s check it out!
Kencing atau bahasa halusnya buang air seni ini sudah bukan suatu hal yang asing lagi bagi umat manusia. Setiap manusia melakukan aktivitas ini untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme tubuh (mengeluarkan kotoran tubuh). Dalam melakukan aktivitas inipun kita dituntut melakukannya dengan benar dan sesuai aturan.
  • Hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ”anha, di mana beliau berkata,“Siapa yang bilang bahwa Rasulullah SAW kencing sambil berdiri, jangan dibenarkan. Beliau tidak pernah kencing sambil berdiri.”
  • Dari Aisyah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW tidak pernah kencing sambil berdiri semenjak diturunkan kepadanya Al-Quran.
Secara medis kencing berdiri adalah penyebab utama penyakit kencing batu pada semua penderita penyakit tersebut dan merupakan salah satu penyebab penyakit lemah syahwat bagi sebagian pria.
Secara agama, kebanyakan orang yang biasanya kencing berdiri kemudian mereka akan mendirikan shalat, ketika akan ruku’ atau sujud maka terasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluannya, itulah sisa air kencing yang tidak habis terpencar ketika kencing sambil berdiri, apabila hal ini terjadi maka shalat yang dikerjakannya tidak sah karena air kencing adalah najis dan salah satu syarat sahnya shalat adalah suci dari hadats kecil maupun hadats besar.
Umumnya kita memandang ringan terhadap cara dan tempat buang air, mungkin karena pertimbangan waktu atau situasi dan kondisi yang mengharuskan (terpaksa) untuk kencing berdiri tanpa menyangka keburukannya dari sisi sunnah dan kesehatan. Orang dulu mempunyai budaya melarang anak kencing berdiri sehingga kita sering mendengar pepatah “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, karena memang terdapat efek negatif dari kencing berdiri.
Kebiasaan orang kencing berdiri akan mudah lemah bathin, karena sisa-sisa air dalam pundit-pundi yang tidak habis terpancar menjadikan kelenjar otot-otot dan urat halus sekitar zakar menjadi lembek dan kendur. Berbeda dengan buang air jongkok, dalam keadaan bertinggung tulang paha di kiri dan kanan merenggangkan himpitan buah zakar. Ini memudahkan air kencing mudah mengalir habis dan memudahkan untuk menekan pangkal buah zakar sambil berdehem-dehem. Dengan cara ini, air kencing akan keluar hingga habis, malahan dengan cara ini kekuatan sekitar otot zakar terpelihara.
Ketika buang air kencing berdiri ada rasa tidak puas, karena masih ada sisa air dalam kantong dan telur zakar di bawah batang zakar. Ia berkemungkinan besar menyebabkan kencing batu. Kenyataan membuktikan bahwa batu karang yang berada dalam ginjal atau kantong seni dan telur zakar adalah disebabkan oleh sisa-sisa air kencing yang tak habis terpencar. Endapan demi endapan akhirnya mengkristal/mengeras seperti batu karang.
Jika anda biasa meneliti sisa air kencing yang tak dibersihkan dalam kamar mandi, anda bayangkan betapa keras kerak-keraknya. Bagaimana jika itu ada di kantong kemaluan Anda?? Hal ini juga merupakan salah satu yang menyebabkan penyakit lemah syahwat pada pria selain dari penyebab kencing batu.

  • Sesungguhnya banyak siksa kubur dikarenakan kencing maka bersihkanlah dirimu dari (percikan dan bekas) kencing. (HR. Al Bazzaar dan Ath-Thahawi)
  • Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata: Rasulullah saw. pernah melewati dua buah kuburan, lalu beliau bersabda: Ingat, sesungguhnya dua mayit ini sedang disiksa, namun bukan karena dosa besar. Yang satu disiksa karena ia dahulu suka mengadu domba, sedang yang lainnya disiksa karena tidak membersihkan dirinya dari air kencingnya. Kemudian beliau meminta pelepah daun kurma dan dipotongnya menjadi dua. Setelah itu beliau menancapkan salah satunya pada sebuah kuburan dan yang satunya lagi pada kuburan yang lain seraya bersabda: Semoga pelepah itu dapat meringankan siksanya, selama belum kering. (Shahih Muslim No.439)
Demikian hikmahnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam melarang kencing berdiri. Dan bagi muslim yang shalat, kadang setelah keluar dari WC dan mau shalat, ketika ruku’ dalam shalat kita merasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluan, itu adalah sisa air kencing yang tidak habis terpencar akibat dari kencing berdiri yang tidak tuntas keluar, hal ini menyebabkan shalat tidak sah karena salah satu sarat sahnya shalat adalah bersih dan suci dari najis baik hadats kecil maupun hadats besar, dan air kencing merupakan najis.
Sehingga Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam sering mengingatkan dalam sabdanya: “Hati-hatilah dalam masalah kencing karena kebanyakan siksa kubur dikarenakan tidak berhati-hati dalam kencing”.
Maka ada baiknya kita belajar adab-adab dan sunnah-sunnah di kamar mandi (WC) berikut agar kita banyak mendapatkan manfaat baik di dunia (kesehatan) maupun di akhirat (agama) yang telah diajarkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam.

Tambahan:
  1. Buang air jongkok (tidak berdiri jika tidak terpaksa/darurat). Agar kotoran bisa keluar tuntas sehingga tidak menjadi penyebab kencing batu maupun lemah syahwat.
  2. Menggunakan alas kaki. Menurut penelitian di Amerika di dalam kamar mandi/WC ada sejenis virus dengan type Americanus yang masuk lewat telapak kaki orang yang ada di WC tersebut. Dengan proses waktu yang panjang virus tersebut naik ke atas tubuh dan ke kepala merusak jaringan otak yang menyebabkna otak lemah tak mampu lagi mengingat, blank semua memori otak sehingga pikun. Sandal hendaknya diletakkan di luar WC, jangan di dalam WC, karena semakin kotor, lembab dan tak mengenai sasaran kebesihan.
  3. Masuk kamar mandi/WC dengan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan. Inilah sunnah yang diperintahkan oleh Nabi, dan juga disunnahkan untuk membaca doa sebelum masuk kamar mandi (doa dibaca di luar kamar mandi) dan setelah keluar dari kamar mandi. Berbeda jika kita masuk masjid dan rumah, masuk masjid atau rumah dengan kaki kanan dan keluar dengan kaki kiri.
  4. Beristinja’ dengan air dan dengan tangan kiri.
  5. Beristinja’ (bersuci dan membersihkan kotoran) dengan air, bukan dengan tissue atau lainnya kecuali jika tidak ditemukan air ketika dihutan, padang pasir dsb. Boleh gunakan tissue tapi harus dibilas lagi dengan air setelahnya. Syarat kebersihan dan kesucian dari najis menurut syariat adalah hilang warna, hilang bau, dan hilang rasa dari najis tersebut. Beristinja’ juga disunnahkan dengan tangan kiri, inilah pembagian tugas dari tangan, bagaimana tangan kiri untuk urusan ‘belakang’ sedangkan untuk makan & minum disunnahkan dengan tangan kanan, jangan dicampuradukkaan, tangan yang untuk urusan belakang itu juga untuk makan. Dan Nabi melarang makan & minum dengan tangan kiri.
  6. Jangan merancang/merencanakan sesuatu di WC. Nabi sangat melarang merencanakan atau membuat suatu rencana/ide/inspirasi di dalam WC, karena WC adalah markaznya syetan sebagaimana doa kita ketika hendak masuk WC: “Allahumma inni a’udzubika minal khubutsi wal khabaits”, Yaa Allah, aku berlindung kepada-Mu dari godaan syetan laki-laki maupun perempuan”. Karena dikhawatirkan rencana/ide/inspirasi yang didapat berasal dari bisikan syetan yang kelihatannya baik tapi setelah dijalankan ternyata banyak mudharat/keburukannya. Begitu juga setelah keluar WC, baca istighfar dan doa keluar WC. Secara adab dan budaya pun sangat tidak baik, masa sambil buang kotoran mencari ide/inspirasi atau merencanakan sesuatu yang baik apalagi sesuatu itu menyangkut hajat hidup orang banyak. Disunnahkan juga untuk menyegerakan keluar WC apabila hajat sudah selesai, bukan malah bernyanyi-nyanyi apalagi sambil baca buku atau Koran.
  7. Ketika buang air dilarang menghadap atau membelakangi qiblat, apabila lubang WC menghadap qiblat hendaknnya ketika buang air badan agak diserongkan sedikit
Apabila sunnah diamalkan walaupun dalam kamar mandi maka kita ini juga namanya ibadah. Betapa sayangnya setiap hari kita ke kamar mandi beberapa kali tapi tidak mendapatkan pahala ibadah dengan menghidupkan sunnah. Padahal salah satu maksud dan tujuan manusia diciptakan adalah untuk ibadah.
Source:

Menulis Aamiin

seorang teman bernama Nirmala Juwita [yang saya juga tidak kenal...hehehe] memposting sesuatu di grup,
mungkin dia jengah karena banyak sekali varian teknik penulisan amin,
bahkan sebarannya normal [hehehe...]
mungkin saya yang terlalu cupu karena menganggap ini pengetahuan baru...hehehe
tapi bismillah...agar yang lain tidak ikut cupu,
saya coba copas postinganya disini,

Amin, Aamin, Amiin, Aamiin, atau Amien ?

Banyak orang yang salah dalam penulisan kata ini. Ada yang menulis amin, aamin, amiin, atau mungkin amien.

Dalam Bahasa Arab, ada 4 perbedaan kata ini, yaitu:

1. Amin (alif dan mim pendek) artinya: aman, tentram.

2. Aamin (alif panjang dan mim pendek) artinya: meminta perlindungan keamanan.

3. Amiin (alif pendek dan mim panjang) artinya: jujur terpercaya

4. Aamiin (alif dan mim panjang) artinya: ya Allah kabulkanlah do'aku.

Bagaimana dengan amien? Sebisa mungkin hindari atau jangan pernah menulis dengan kata amien. Karena kata amien di ucapkan oleh penyembah berhala...

Rabu, 25 September 2013

Refleksi Filsafat Ilmu 1



Bahasan Tentang Ghaib
Hubungan dunia ghoib dengan manusia cenderung masuk dalam ranah spiritual. Dimana sesuatu yang sulit kita jangkau dengan akal pikiran. Secara filsafat, ghoib dipandang sebagai suatu hal abstrak yang muncul dari akal pikiran. Membahas hal yang ghaib secara ekstensif yaitu manusia bisa menteremahkan semua hal yang dilihat secara luas adalah ghaib. Karena semuanya adalah ciptaan Tuhan yang Maha Ghaib. Sehingga kita harus menterjemahkan hakekat ghaib terlebih dahulu. Berdasarkan dari aspek psikologis, ghaib adalah segala sesuatu yang tidak bisa diketahui atau tidak tampak  sedangkan menurut   orang awam ghaib adalah hantu yang muncul di tempat-tempat tertentu. Sehingga dapat ditarik kesimpulan ghaib adalah segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Gaib menurut spiritual adalah apa yang dikatakan ayat suci Al’Quran (dalam Islam) contohnya dalam kehidupan sehari-hari islam itu ada yang namanya shalat gaib.

Filsuf Bertanya Pada Siapa
Filsuf bertanya kepada yang ada dan yang mungkin ada, meliputi dunia lengkap beserta akhiratnya. Filsuf mengadakan yang mungkin ada supaya ada dipikiranmu. Sehingga filsafat untuk dirimu sendiri karena filsafatmu beda dengan filsafatku.pikiranmu berbeda dengan pikiranku. Sebuah kesalahan adalah kita belajar dalam kondisi wadah yang kosong  meminta untuk  diisi karena filsafat ilmunya sangat luas. Alat yang dipakai oleh para filsuf adalah bahasa analog, dimana bahasa tersebut dapat dijadikan jembatan untuk komunikasi antar dimensi.

Apakah itu Kebenaran?
Kebenaran dalam filsafat adalah bermacam-macam karena difilsafat selalu memandang kebenaran melalui berbagai dimensi dan metode. Kebenaran ditentukan melalui ruang dan waktu. Dimana dari sudut pandang lai kebenaran dapat dinilai dari aspek kontekstual.

Kenapa Saintism System Itu Bertolak Belakang Dengan Agama
Dalam filsafat jika sentralnya adalah Tuhan dan semua berangkatnya dari sana, itu adalah spiritualism. Sebenarnya bertolah belakang atau senada tergantung darimana memandang dan awal mulanya.  

Cara Belajar Filsafat
Filsafat adalah dunia, maka cara belajar filsafat itu berusaha mengadakan yang mungkin ada dengan cara banyak membaca. Namun memang dalam belajar dan membaca bacaan filsafat harus berhati-hati perlu hirarkis yang baik. Karena ketika tidak runtut maka akan membahayakan bagi pembaca.